banner 728x250

PIKOS Bantu Korban Kebakaran Imandi Bolmong, Ulurkan Harapan di Tengah Duka

avatar Tidak diketahui
banner 468x60

BOLMONG – Musibah kebakaran yang melanda Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, meninggalkan luka mendalam bagi para korban. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan dalam hitungan jam api melahap beberapa rumah warga beserta seluruh harta benda di dalamnya.

Sejumlah keluarga mendadak kehilangan tempat tinggal, pakaian, dokumen penting, hingga peralatan rumah tangga. Suasana pilu menyelimuti lokasi kejadian, ketika warga hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan barang berharga.

Di tengah duka tersebut, secercah harapan datang dari organisasi sosial Partner In Kind’s (PIKOS).

Tiga hari setelah kejadian, tepatnya pada Selasa, 27 Januari 2026, PIKOS turun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan darurat kepada para korban kebakaran.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, gula, kopi, teh, susu, minyak kelapa, ikan kaleng, mi instan, biskuit, telur, serta dua unit kasur untuk keluarga yang rumahnya hangus terbakar.

Pendiri PIKOS, Putri Gona Nender, mengatakan kehadiran mereka merupakan panggilan nurani.

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat saudara-saudara kita kehilangan rumah dan seluruh harta benda mereka. PIKOS hadir agar para korban tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ujar Putri.

Menurutnya, bantuan tersebut mungkin tidak mampu mengganti seluruh kerugian, namun diharapkan dapat membantu korban bertahan di hari-hari pertama pascakebakaran.

“Setidaknya, mereka bisa kembali makan dengan layak, tidur dengan lebih tenang, dan perlahan menata hidup mereka kembali,” tambahnya.

Salah satu relawan PIKOS, Arifin Mokodompit, menuturkan bahwa timnya bergerak cepat setelah menerima informasi kebakaran dari warga setempat.

“Dalam kondisi seperti ini, waktu sangat berarti. Semakin cepat bantuan datang, semakin besar harapan korban untuk bertahan dan bangkit,” katanya.

Warga terdampak pun menyambut haru kedatangan PIKOS. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan hanya soal makanan atau perlengkapan tidur, melainkan juga bentuk kepedulian yang menguatkan mental di tengah kehilangan besar.

Musibah kebakaran di Imandi menjadi pengingat betapa rapuhnya kehidupan, namun sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Ketika api menghanguskan rumah dan kenangan, kepedulian sesama – seperti yang ditunjukkan PIKOS – menjadi cahaya kecil yang menuntun para korban untuk kembali bangkit, pelan namun pasti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *