banner 728x250

Pemkot Kotamobagu Hadiri Panen Raya Jagung di Desa Moyag Tampoan, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani

avatar Tidak diketahui
banner 468x60

Kotamobagu – Pemerintah Kota Kotamobagu kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan sektor pertanian dengan menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Moyag Tampoan, Kecamatan Kotamobagu Timur. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, S.STP., M.E.

Pelaksanaan panen raya ini mencerminkan keberhasilan desa dalam membangun ketahanan pangan melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain menopang ketersediaan pangan lokal, program ini juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi warga, terutama para petani. Sistem pengelolaan yang terarah membuat hasil panen mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa serta menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam sambutannya, Sahaya Mokoginta menyampaikan penghargaan dari Pemerintah Kota Kotamobagu kepada Kelompok Tani Sehati yang dinilai berhasil mengembangkan budidaya jagung secara mandiri dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan BUMDes Desa Moyag Tampoan.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang diusung Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, bersama Wakil Wali Kota Rendy Mangkat, S.H., M.H., terutama dalam upaya mendorong kemajuan desa, memperkuat perekonomian masyarakat, serta membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Sangadi Desa Moyag Tampoan yang juga Camat Kotamobagu Timur, Kori Manoppo, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian jagung ini berawal dari gagasan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sehati, kemudian dikembangkan bersama BUMDes desa setempat.

“Program ini lahir dari inisiatif para petani sendiri. Bersama BUMDes, mereka mengelolanya secara serius hingga mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ungkap Kori Manoppo.

Ia menambahkan, penanaman jagung yang dilakukan di lahan seluas sekitar 0,6 hektare mampu menghasilkan kurang lebih enam ton jagung setiap masa panen. Capaian tersebut dinilai cukup signifikan dalam mendongkrak pendapatan petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa.

Menurut Sahaya Mokoginta, program pertanian jagung ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya menitikberatkan pada produksi hasil panen, tetapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi desa, mendorong kemandirian pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Perikanan, para penyuluh pertanian, Pemerintah Desa Moyag Tampoan, pengurus BUMDes, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Pemerintah Kota Kotamobagu berharap keberhasilan Kelompok Tani Sehati bersama BUMDes Desa Moyag Tampoan dapat menjadi rujukan bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi pertanian secara partisipatif, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus perekonomian desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *