banner 728x250

Cegah Kanker Mematikan, Kementerian ATR/BPN Fasilitasi Vaksinasi HPV bagi Ratusan ASN Perempuan

avatar Tidak diketahui
banner 468x60

JURNALBMR.COM, JAKARTA – Langkah nyata dalam menjaga kesehatan tenaga kerja perempuan ditunjukkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Melalui inisiasi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), kementerian ini menggelar program vaksinasi kanker serviks guna meminimalisir risiko salah satu penyakit paling mematikan bagi wanita tersebut.

Program yang telah dimulai sejak awal tahun 2026 ini menyasar para pegawai yang berada di usia produktif. Kehadiran program ini disambut antusias oleh para “insan pertanahan,” mengingat pentingnya proteksi dini terhadap virus Human Papillomavirus (HPV).

Layanan Terpadu dan Harga Terjangkau

Salah satu peserta vaksinasi, Inayati Iryana (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya inisiatif ini. Menurutnya, akses vaksin HPV di luar fasilitas kantor cenderung memiliki harga yang cukup tinggi, sehingga subsidi program ini menjadi solusi meringankan beban pegawai.

> “Kami di ATR/BPN rata-rata berada di usia produktif. Kalau melakukan vaksinasi secara mandiri di luar, biayanya lumayan mahal. Program ini sangat membantu, apalagi pelayanannya sangat lengkap, mulai dari screening awal hingga edukasi mengenai efek samping dari dokter,” ujar Inayati saat ditemui di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Kamis (02/04/2026).

>

Senada dengan hal tersebut, Febi Nur Anggriany (46) yang merupakan satu dari 161 ASN perempuan peserta program, merasa lebih tenang setelah mendapatkan dosis vaksin. Ia bahkan berencana membawa semangat pencegahan ini ke lingkungan keluarganya.

“Setelah mengikuti tahapan ini, saya juga akan mendorong putri-putri saya untuk segera menerima vaksin serupa. Ini adalah bentuk ikhtiar kita menjaga kesehatan dari ancaman kanker serviks,” imbuhnya.

Agenda Tiga Tahap

Vaksinasi ini tidak dilakukan sekali jalan, melainkan melalui tiga tahapan terencana untuk memastikan efektivitas perlindungan:

* Tahap Pertama: Sudah dilaksanakan pada 30 Januari 2026.

* Tahap Kedua: Dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026.

* Tahap Ketiga: Dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026 mendatang.

Para pegawai hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp870.000 untuk mendapatkan rangkaian vaksinasi lengkap ini, sebuah angka yang dinilai jauh lebih terjangkau dibandingkan harga umum di rumah sakit swasta.

Satu-satunya Kanker yang Bisa Dicegah

Dari sisi medis, dr. Irnawati yang bertugas sebagai observator dalam agenda tersebut menjelaskan bahwa langkah yang diambil Kementerian ATR/BPN sangat tepat secara strategis. Ia menekankan bahwa kesadaran kaum perempuan, terutama yang sudah menikah dan berada di usia produktif, sangat krusial.

“Vaksin HPV ini adalah langkah antisipasi yang sangat efektif. Perlu diingat bahwa saat ini, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang sudah ada vaksin pencegahnya. Jadi, momen ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para ASN perempuan,” pungkas dr. Irnawati.

Dengan adanya program ini, diharapkan produktivitas jajaran perempuan di lingkungan Kementerian ATR/BPN tetap terjaga tanpa harus dihantui risiko penyakit mematikan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *