JURNALBMR.COM, INGGRIS – Pil pahit harus ditelan Liverpool setelah dipastikan gagal melaju ke babak semifinal Piala FA pada hari Sabtu akibat kekalahan telak dari Manchester City. Hasil menyakitkan ini membuat skuad asuhan Arne Slot kini hanya menyisakan target untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim ini.
Merespons hasil buruk tersebut, sang kapten, Virgil van Dijk, secara ksatria mengambil tanggung jawab penuh dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Tim yang saat ini menempati peringkat kelima klasemen Liga Primer Inggris itu sudah tertinggal 2-0 pada 45 menit pertama.
Harapan The Reds untuk bangkit semakin pupus ketika skuad besutan Pep Guardiola sukses menambah dua gol tak lama setelah babak kedua dimulai, mengunci kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 4-0.
Dalam wawancaranya bersama The Times, Van Dijk secara jujur mengungkapkan kekecewaan mendalam atas performa timnya. “Kami telah mengecewakan bukan hanya diri kami sendiri dan sang manajer, tetapi juga para penggemar,” ungkap pemain internasional Belanda tersebut.
Ia secara khusus menyoroti permainan yang mengecewakan di paruh kedua dan berujung pada kebobolan lebih banyak gol. “Cara kami bermain di babak kedua pasti menyakitkan bagi semua orang. Saya ingin meminta maaf untuk itu,” lanjut sang bek.
Ia juga tidak menampik bahwa performa inkonsisten tim memberikan tekanan besar secara psikologis. “Secara mental, ini sangat berat pada saat ini. Secara keseluruhan, ini hanyalah musim yang sangat berat,” ujar Van Dijk.
Meski sedang terpuruk, Liverpool dituntut untuk segera mengumpulkan kembali kekuatan jelang laga di ajang Liga Champions pekan depan. Pada hari Rabu, ujian berat menanti mereka saat harus bertandang ke markas Paris Saint-Germain.
Menatap laga tersebut, Van Dijk menyadari betul tingginya tingkat kesulitan yang akan dihadapi timnya. “Saya menonton sedikit pertandingannya kemarin dan ini akan menjadi pekerjaan yang sulit.
Namun kami memiliki tanggung jawab, bukan hanya kepada diri kami sendiri, tetapi di atas segalanya kepada para penggemar,” katanya. Meski demikian, kapten tim nasional Belanda ini tetap menaruh keyakinan penuh pada proses yang sedang berjalan serta peran sang manajer.
“Tentu saja dia bertanggung jawab sebagai manajer, tetapi kamilah yang berada di lapangan yang harus memberikan hasil,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan kembali pentingnya kohesivitas di masa-masa sulit seperti ini.
“Kualitas itu ada. Saya telah cukup beruntung untuk bermain bagi Liverpool selama bertahun-tahun dan hal yang paling penting selalu adalah semangat tim. Tentu saja, kami saat ini berada dalam fase transisi, jadi kami perlu membangun kembali rasa kesatuan itu,” pungkasnya
.









