JURNALBMR.COM, Jakarta,Fenomena lulusan perguruan tinggi yang berkarier di bidang yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya semakin marak terjadi. Meski berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka maupun perguruan tinggi swasta (PTS) unggulan, banyak sarjana yang terpaksa bekerja di luar jurusan yang mereka ambil saat kuliah.
Perubahan kebutuhan industri yang terjadi dengan sangat cepat mengindikasikan bahwa memiliki gelar akademik saja tidak lagi cukup. Berdasarkan tren rekrutmen beberapa tahun terakhir, perusahaan lebih mengutamakan kandidat yang memiliki keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi resmi, dan pengalaman kerja nyata, daripada hanya melihat latar belakang akademik semata.
Transformasi digital, otomatisasi, dan perkembangan ekonomi berbasis teknologi mendorong munculnya jenis-jenis pekerjaan baru yang seringkali tidak linier dengan program studi konvensional. Menanggapi tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis memperkenalkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan berdasarkan kurikulum terkini, tetapi juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi keahlian resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti kompetensi yang diakui secara nasional. Selain itu, UNM menyediakan program rekrutmen magang di berbagai perusahaan nasional. Melalui kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengikuti magang terstruktur melalui program Internship Experience Program (IEP) 3+1. Dalam program ini, mahasiswa hanya perlu menempuh pendidikan selama tiga tahun dan satu tahun sisanya dihabiskan untuk magang di perusahaan mitra UNM.
Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menegaskan bahwa pengalaman industri menjadi pembeda utama lulusan di tengah persaingan kerja yang ketat. Realitasnya, banyak lulusan dari kampus terkemuka harus beradaptasi karena dunia kerja yang terus berubah dengan cepat. “Di UNM, kami memastikan mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi BNSP dan pengalaman magang di industri. Ini yang membuat mereka lebih siap dan relevan,” ujarnya.
Faisal menambahkan bahwa NCC secara aktif menjembatani mahasiswa dengan dunia usaha dan dunia industri melalui pelatihan karier, persiapan wawancara, hingga pelaksanaan campus hiring. “Kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional untuk program magang dan rekrutmen langsung. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga sejak kuliah dan membuka peluang kerja yang lebih luas setelah lulus,” tambahnya.
Fenomena lulusan yang tidak sejalan dengan jurusan menjadi pengingat bahwa kesiapan kompetensi jauh lebih penting daripada sekadar reputasi kampus. Dengan penguatan keterampilan, sertifikasi resmi, serta jaringan industri yang luas, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap bersaing dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Sumber: Klik di Sini
Editor: Redaksi JurnalBMR
Dapatkan informasi ekonomi dan bisnis terbaru setiap hari hanya di JurnalBMR.com.









