banner 728x250

BGN Bersiap Tegas: Hentikan SPPG Nakal dan Retas Insentif Jika Harga MBG Dikalikan!

avatar Tidak diketahui
banner 468x60


JURNALBMR.COM, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mengancam akan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu minggu. Keputusan ini diambil bersamaan dengan tidak diberikan insentif bagi mitra yang terbukti melakukan penumpukan harga bahan baku.

Langkah tegas ini disiapkan menjelang dimulainya operasional SPPG yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi praktik kecurangan dalam pengadaan bahan baku MBG, yang telah ditetapkan dalam kisaran anggaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

“Mitra yang melakukan penumpukan harga berlebihan dan menekan kepala SPPG, pengawas gizi, serta pengawas keuangan, akan kami minta kepada deputi untuk penalti tanpa pemberian insentif karena ini termasuk pelanggaran berat,” ujar Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (29/3).

Nanik menekankan bahwa praktik semacam ini tidak hanya merugikan jalannya program, tetapi juga menyimpang dari tujuan utama MBG dalam menyediakan asupan gizi bagi masyarakat. Ia berharap mitra yang menerima insentif dapat menjalankan program sesuai aturan yang ditetapkan.

“Saya minta agar tidak diberikan insentif kepada mitra seperti ini, karena sikap mereka tidak akan pernah puas. Sudah diberikan insentif, masih saja melakukan penumpukan harga bahan baku,” tambahnya.

BGN akan menerapkan sanksi penghentian operasional sementara selama satu minggu kepada mitra yang melanggar. Dalam periode tersebut, mitra diwajibkan melakukan perbaikan dan menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut.

“Kami akan melakukan penangguhan selama satu minggu hingga mereka membuat pernyataan untuk tidak melakukan penumpukan harga dan tidak monopoli sebagai supplier. Itu adalah pelanggaran berat,” jelas Nanik lebih lanjut.

Langkah ini diambil oleh BGN untuk memastikan bahwa pelaksanaan program MBG tetap berjalan dengan transparan dan tepat sasaran, terutama dalam menghadapi dimulainya operasional SPPG di berbagai daerah pada akhir Maret. Pemerintah berharap semua mitra dapat menjalankan program secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.



Sumber: Klik di Sini

Editor: Redaksi JurnalBMR

Dapatkan informasi ekonomi dan bisnis terbaru setiap hari hanya di JurnalBMR.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *