banner 728x250

Revolusi Garmen Lokal: Siapkan Langkah Besar untuk Dominasi Pasar Kelas Atas!

avatar Tidak diketahui
banner 468x60

JURNALBMR.COM, JAKARTA- Gejolak geopolitik global, khususnya yang disebabkan oleh konflik antara Iran dan Amerika Serikat, berimbas pada sektor industri manufaktur garmen, tekstil, dan perdagangan ritel pakaian jadi. Direktur PT Trisula International Tbk, Kevin Oen, menyatakan bahwa isu terkait perang di Timur Tengah dan tarif resiprokal dari AS masih menjadi perhatian utama bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Dalam menghadapi tantangan ini, TRIS berkomitmen untuk memenuhi kewajiban kepada para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat produksi dari bahan baku berkelanjutan hingga memperluas pasar. Meskipun terdapat gejolak ekonomi dan geopolitik global, industri saat ini masih mampu mengatasi dampaknya. Pada tahun 2026, TRIS tetap fokus pada pasar utama di Australia, diikuti oleh Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, dan Eropa, serta sedang mempersiapkan langkah untuk memasuki pasar baru di Afrika.

Di pasar domestik, TRIS melalui anak perusahaannya mencatatkan kinerja yang baik, didukung oleh fokus pada segmen produk menengah hingga tinggi, sehingga memiliki pangsa pasar yang cukup kuat di Indonesia.

Bagaimana dampak dari aturan tarif bea masuk 0% untuk produk tekstil dari Indonesia ke pasar ekspor? Apa pula dampak masuknya produk pakaian bekas cacahan (shredded worn clothing) dari Amerika Serikat? Selain itu, bagaimana strategi TRIS dalam menjaga daya saing terhadap produk impor di pasar global? Untuk menemukan jawabannya, simak dialog antara Bunga Cinka dan Direktur PT Trisula International Tbk (TRIS), Kevin Oen, di Nation Hub, CNBC Indonesia pada hari Jumat, 13 Maret 2026.


Sumber: Klik di Sini

Editor: Redaksi JurnalBMR

Dapatkan informasi ekonomi dan bisnis terbaru setiap hari hanya di JurnalBMR.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *