JURNALBMR.COM, Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa antrean penawaran saham perdana (IPO) masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan aset besar. Dari total 12 calon emiten yang terdaftar dalam pipeline, sebanyak 11 di antaranya memiliki aset yang tergolong jumbo.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa hanya satu perusahaan yang termasuk dalam kategori aset menengah, yakni dengan nilai berkisar antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, sebelas perusahaan sisanya memiliki aset di atas Rp 250 miliar.
“Sedikitnya ada satu perusahaan dengan aset skala menengah, sedangkan sebelas perusahaan lainnya tergolong sebagai perusahaan dengan aset skala besar. Aset mereka di atas Rp 250 miliar,” ungkap Nyoman pada keterangannya yang dikutip pada Minggu, 29 Maret 2026.
Dari segi sektoral, antrean IPO tersebar di berbagai lini bisnis. Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa tiga perusahaan berasal dari sektor konsumer primer, satu dari sektor energi, satu dari sektor finansial, dua perusahaan dari sektor kesehatan, dua dari infrastruktur, dua dari teknologi, serta satu dari sektor transportasi dan logistik.
Selain IPO, BEI juga mencatat adanya pipeline instrumen utang yang masih cukup banyak. Hingga akhir Maret 2026, terdapat 28 emisi dari 20 penerbit yang sedang dalam antrean penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
Secara kumulatif, BEI telah menerbitkan 45 emisi dari 30 penerbit dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 50,87 triliun. “Hingga saat ini, kami telah menerbitkan 45 emisi dari 30 penerbit EBUS, dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 50,87 triliun. Sampai dengan 27 Maret 2026, terdapat 28 emisi dari 20 penerbit EBUS yang sedang berproses,” jelas Nyoman.
Dari sisi sektor, antrean obligasi didominasi oleh sektor finansial, yang mencakup 10 perusahaan, diikuti oleh enam perusahaan dari sektor infrastruktur. Sementara itu, sektor energi, konsumer primer, dan bahan baku juga berkontribusi dalam antrean tersebut.
Di sisi lain, Bursa juga melaporkan terdapat satu perusahaan dalam pipeline rights issue yang bergerak di sektor properti. Sepanjang tahun 2026, hingga 27 Maret, sudah ada tiga emiten yang berhasil menerbitkan saham baru dengan total nilai mencapai Rp 3,75 triliun.
Sumber: Klik di Sini
Editor: Redaksi JurnalBMR
Dapatkan informasi ekonomi dan bisnis terbaru setiap hari hanya di JurnalBMR.com.









