JURNALBMR.COM,Penelitian terbaru dari Universitas Teknologi Malang mengungkapkan sisi gelap dari penggunaan chatbot AI sebagai pengganti interaksi sosial. Studi selama 6 bulan terhadap 500 pengguna aktif menunjukkan, 30% responden melaporkan peningkatan rasa cemas dan kikuk saat harus kembali berkomunikasi intens dengan manusia di dunia nyata. Chatbot yang selalu responsif dan tanpa penilaian ternyata menciptakan ekspektasi tidak realistis terhadap pola komunikasi manusia. “AI memberi ilusi kedekatan tanpa risiko penolakan. Ketika kembali ke realitas yang penuh nuansa, pengguna merasa kewalahan,” jelas peneliti utama, Dr. Maya Sari. Artikel ini mengupas temuan tersebut dan tips menjaga keseimbangan berinteraksi dengan AI dan manusia. (MN)
Awas, Chatbot AI ‘Teman Curhat’ Ternyata Bisa Picu Kecemasan Sosial
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

JURNALBMR.COM,Jakarta – Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 dimanfaatkan Kementerian ATR/BPN untuk membawa…

JURNALBMR.COM, Jakarta – Kementerian ATR/BPN menegaskan transformasi layanan pertanahan harus bermuara pada kepastian bagi masyarakat….







