JURNALBMR.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada Senin, 30 Maret 2023, tercatat sebesar Rp16.982 per dolar AS. Pada pagi hari tersebut, mata uang Garuda mengalami penurunan sebesar 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang bergerak dalam tren negatif. Yen Jepang mengalami penguatan sebesar 0,21 persen, sedangkan baht Thailand, yuan China, dan peso Filipina masing-masing melemah 0,11 persen, 0,13 persen, dan 0,36 persen. Won Korea Selatan juga melemah sebesar 0,20 persen, sementara dolar Singapura dan dolar Hong Kong masing-masing tercatat melemah 0,07 persen dan 0,01 persen pada awal perdagangan hari ini.
Di sisi lain, mata uang utama negara-negara maju menunjukkan peningkatan nilai. Euro Eropa menguat sebesar 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dan franc Swiss juga mengalami penguatan sebesar 0,04 persen. Dolar Australia naik 0,31 persen, sedangkan dolar Kanada menguat 0,10 persen.
Analis Mata Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan bahwa rupiah akan mengalami pelemahan terhadap dolar AS di tengah sentimen pasar yang memburuk dan kenaikan harga minyak mentah global. “Indeks dolar AS terpantau terus naik, dengan investor memperkirakan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga tahun ini, bukan memangkasnya. Namun, menjelang level psikologis Rp17 ribu, diperkirakan Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi,” tuturnya.
Lukman juga memperkirakan bahwa hari ini, pergerakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.950 per dolar AS hingga Rp17.050 per dolar AS.
Sumber: Klik di Sini
Editor: Redaksi JurnalBMR
Dapatkan informasi ekonomi dan bisnis terbaru setiap hari hanya di JurnalBMR.com.









